“Jangan Mengobrol Dengan Orang Asing !” | Siapa Bilang ?

(27 Mei 2011)

Hari ini benar-benar penuh inspirasi.

PLO hari ini jalan-jalan keliling Bandung. Saya sekelompok mendapat rute ke Pasar Kosambi, Masjid Agung, kemudian BIP. Di tiap pos, kami diperintahkan untuk mewawancarai satu orang yang merepresentasikan daerah kunjungan kami mengenai:

1. Apa itu mahasiswa,

2. peran mahasiswa di masyarakat,

3. citra mahasiswa sekarang,

4. harapan terhadap mahasiswa.

Saya mahasiswa, dan saya sadar pertanyaan ini bakal menyangkut pada sesuatu dalam diri saya. Markicob. Mari kita coba.

Di Pasar Kosambi, saya berhasil mewawancarai seorang pedagang baju bola tepat di gerbang masuk pasar. Bapak ini cukup semangat ketika saya dan teman saya, Fauzan, mulai bertanya tentang mahasiswa.

“Mahasiswa itu murid yang sekolah tinggi ya. Mereka seharusnya lebih pintar dari kami-kami ini.”

“Yah, tapi zaman sekarang sih pengalaman dan pendidikan di lapangan lebih penting daripada sekedar teori. Banyak juga kok lulusan perguruan tinggi yang akhirnya jadi kayak kami-kami lagi, dagang di pasar. Saya sih udah dari keturunan pedagang semua, jadi saya dagang langsung setelah lulus SMA. Ya Alhamdulillah keluarga masih bisa hidup sekarang.”

“Mas-mas ini kuliah di mana ?”

“ITB, mas.”

“Waaah. Saya punya anak, sekarang 1 SD. Pengen juga saya nyekolahin anak saya di sana kalo biaya ada. Hahaha.”

“Harapannya sih mahasiswa sekarang lebih belajar praktek ke lapangan, daripada belajar banyak teori. Yaaa zaman sekarang tuntutannya lebih ke lapangan sih mas ya.”

Begitu ujar pedagang tersebut. Ulasannya di akhir aja ya, biar kerasa sense post ini. Hehe.

—————————————————————————————————————————————————————————-

Lanjut ke Masjid Agung. Masih topik yang sama, pertanyaan yang sama, tapi beda subjek. Saya berhasil mengobrol dengan seorang penjaga sepatu di pintu masuk depan. Jawabannya cukup menarik, terlihat bapak ini cukup tertarik dengan hal pendidikan.

“Mahasiswa itu orang yang kuliah di perguruan tinggi.”

“Tapi mahasiswa sekarang yang keliatan cuma demo-demo ga jelas, ujung-ujungnya anarkis. Saya sampe miris ngeliatnya. Ga punya idealisme.”

“Saya kebetulan punya anak, dia sekarang semester 6 di akademi manajemen di Yogyakarta. Alhamdulillah dia kuliah di sana dapet beasiswa penuh. Saya ga perlu bayar apa-apa untuk dia kuliah di sana.”

“Mahasiswa harapan saya, seharusnya bisa menjadi agen perubahan di masyarakat. Bisa menjadi bagian masyarakat paling memiliki idealisme, dan dengan idealismenya itu membawa perubahan ke arah yang lebih baik untuk Indonesia.”

Sekian.

Lebih menggugah hati kan ? Luar biasa.

—————————————————————————————————————————————————————————-

Lanjut ke BIP. Bandung Indah Plaza. Ya, dengan subjek yang jauh lebih random, tapi dengan pertanyaan yang sama. Fisik mulai cape, agak mulai males nyari-nyari orang yang agak bersahabat sebenernya. Akhirnya saya naik ke atas, ke bioskop. Berharap ada orang yang lagi nunggu film mulai, jadi bisa ditanya. Eh ketemunya banyak cowo cewe berduaan -______- bikin iri. Setelah mondar-mandir kira-kira 15 menit, akhirnya terlihat seorang pemuda sedang duduk sendirian, membaca sebuah brosur. Saya memutuskan untuk menanyai beliau.

“Mahasiswa itu orang yang ga biasa, seharusnya bisa menjadi agen perubahan. Tapi mahasiswa ITB sekarang sudah mengalami penurunan, salah satu penyebabnya adalah penerimaan siswa baru melalui jalur USM. Kalau dilihat dari awal dicetuskannya ide USM, penerimaan siswa baru melalui USM tu hanya 30%, 70% melalui SPMB. Sekarang porsinya malah terbalik. Ga bisa dipungkiri kan mahasiswa yang masuk melalui USM kaya-kaya ?”

“Apa pengaruhnya USM ? Harga USM yang mahal mendorong mahasiswa dan terutama orangtua untuk sangat menjunjung tinggi kuliah, kadang terasa menekan. Bidang kemahasiswaan jadi kurang tersentuh. Akibatnya, floating mass di ITB semakin banyak. Floating mass ini keliatan banget pas pemira. Mereka ga tau apa-apa, tapi jumlahnya besar. Fatal akibatnya kalau ga dikontrol.”

“Harapan saya untuk mahasiswa sekarang, bisa lebih memaknai peran mereka sebagai mahasiswa. Lebih tahu masalah bangsa. Sebenernya Indonesia bisa maju cuma dengan 2% wirausahawan. Yang Indonesia punya sekarang hanya 0,05%. Akan sangat baik bila mahasiswa mengembangkan sikap wirausaha sejak dini.”

Pengetahuan tentang ITB-nya luas ! Ah, sayang harus selesai wawancaranya, udah dipanggil buat gabung lagi. Masih banyak yang pengen ditanya padahal. FYI: Dia AE ITB 2007.

Makin beragam aja kan jawabannya. Bikin semangat gila.

—————————————————————————————————————————————————————————-

Dahsyat. Entah mengapa pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti itu, ditayain ke orang asing, jawabannya seberagam itu, membuat saya tergugah.

Dari pedagang pasar Kosambi, memandang mahasiswa sebagai orang terpelajar, mengemukakan harapannya terhadap mahasiswa untuk terjun ke lapangan. Penjaga sepatu di Masjid Agung, yang memiliki anak berstatus mahasiswa juga, memandang citra mahasiswa sekarang seperti banteng lepas, demonstrasi tanpa idealisme kerap dilakukan, bahkan sering anarkis, mengatakan harapannya agar mahasiswa menjadi agen perubahan. Sampai mahasiswa tingkat akhir yang sangat kebetulan saya temui di BIP, mengutarakan masalah mahasiswa ITB secara khusus, seakan merangkum semua yang sudah saya dengar dari hasil wawancara sebelumnya.

“Lihat, masyarakat masih banyak berharap sama kamu.” seakan otak saya berbisik.

Terasa klise ya ? Mahasiswa itu agen perubahan ! Masyarakat butuh mahasiswa ! Ingat ada kata maha di depan kata siswa, kalian harus jadi siswa maha yang kontrobutif untuk masyarakat ! Bla bla bla. Keseringan denger kalimat gitu jadi kerasa non sense.

Tapi dengan terjun langsung ke masyarakat seperti ini, kalimat-kalimat klise di atas jadi terasa berarti. Masyarakat memang butuh mahasiswa. Saya mahasiswa. Mereka masyarakat.

Berdiam diri ketika orang membutuhkan saya ?

Panggil saya penjahat.

Satu kata yang bagus untuk menggambarkan post ini.

.

.

KONTRIBUSI.

.

.

mungkin lebih sering mencoba mengobrol dengan orang asing akan menjadi hal yang baikĀ  : )

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 468 other followers