Berhari-hari diam di rumah gara-gara sakit. Ga enak. Ga biasa. Biasanya pulang jam 11 malem, orang-orang udah tidur, nyampe rumah tidur juga, pagi-pagi berangkat, bahkan di hari sabtu minggu.

Mungkin ini cara Allah mengingatkan saya. Saya punya rumah, bukan tempat transit. Saya punya orangtua, bukan pengasuh. Saya punya kamar, bukan hotel.

Diam di rumah ternyata nyaman : )

.

Ga ada kerjaan, akhirnya saya buka blog temen-temen saya. And cool. Mereka menggunakan blog nya dengan baik. Sebut saja Gici, Arief, Uli, Wildan, Baje, dan banyak lagi. Blog mereka ga ditelantarkan, tapi diisi.

Ini bikin saya sadar kalo blog itu dibuat dengan tujuan membagi. Membagi pengalaman, membagi perasaan. Jujur saya terinspirasi pas baca blog-blog mereka.

Saya sering mikir, kehidupan saya di kuliah tidak segemilang di SMA. Tidak tenar, mungkin. Mungkin itu penyebabnya, saya jarang nulis lagi. Jarang baca buku lagi. Pikiran saya stuck, stagnan, tidak sedinamis dulu.

Mungkin mulai sekarang saya bakal lebih sering baca buku, sering baca post dahulu saya, lebih sering ngobrol serius sama orang, lebih sering baca blog-blog orang hebat, dan, lebih sering nulis.

Mengutip dari blog Uli, “orang-orang hebat pasti menulis.”

Mari kita lihat apa yang bisa saya lakukan ke depan.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 468 other followers