Bukan

20Oct09

Saya bodoh.
bukan, saya gila.

Saya gila kalau saya bilang saya tenang.
Saya gila kalau saya bilang saya ga peduli.
Saya gila kalau saya bilang saya baik-baik saja.

Saya gila,
bukan, saya kalut

Saya kalut menghadapi diri saya sendiri.
Kepribadian aneh saya.
Diri saya yang tidak kuasa menahan pandangan lima detik saja terhadap kamu.
Diri saya yang selalu menuntut segala kesempurnaan.
Saya dibuat kalut oleh kau.

Saya kalut,
bukan, saya kacau.

Saya kacau memikirkan diri saya sendiri.
Saya kacau memikirkan apa yang harus saya lakukan.
Saya kacau dan mengacaukan hidup saya.

Saya kacau,
bukan, saya jatuh cinta.

.

.

Rahadian Farizi
Bandung, 20 Oktober 2009
19.01 pm
disambut kumandang azan isya.


Hari ini. UTS SELESAAIII ! hell yeah.

Emang ga harusnya saya seneng. Namanya juga cuman Ujian Tengah Semester. Masih tengah-tengah. Tapi izinkanlah saya menarik nafas sejenak.

Ssssssss… (inhale)

Haaahhh.. (exhale)
.

.

Oke. Untuk melepas penat, saya dan teman-teman IPA 2 sepakat buat main futsal di Ballroom. Jadi pagi2 sebelom UTS Zaki nelpon ke Ballroom buat booking jam 11. Di telpon, si mba ballroom nya udah bilang “iya bisa”. Oke mantap.

Dimulailah UTS Biologi.

Jreng jreng. Ga terlalu susah rupanya. hehe.

Gatau kenapa ya, di kelas tiga ini asa ujian-ujian tu kerasanya enak. Ga blank. Ga kayak kelas 2 lah. Ya gimana gitu gue di kelas 2 keluyuran terus. Walaupun malemnya ga belajar terlalu gimana, tapi kerasanya udah banyak yang apal, da tiap malem belajar. Dan saya seneeng kalo udah kayak gitu. hehe.

Semoga bisa gini terus deh amin.

.

Okei. UTS selesai.

Oh ya, saya anak kelas tiga yang keluar hampir paling terakhir di UTS Biologi itu.  Bukan gara-gara belom selesai, tapi gara-gara saya pengen nyolong soal. Jadi strateginya tu, nunggu ampe yang ngumpulin (beranjak dari kursi dan membawa kertas soal beserta jawaban ke meja guru) banyakan. Jadi, kalo saya ngumpulin kertas jawabannya doang tanpa ngumpulin soal ga akan ketauan sama pengawasnya.

Eh taunya, orang-orang ngumpulinnya seorang-seorang. Ga pernah barengan. Kalo cuma duaan ngumpulin ke meja guru ma pasti ketauan. Saya berpikir keras. Udah enek juga tu nungguin terus ga muncul-muncul kesempatan. Ya udah, akhirnya niat mencolong soal dibatalkan. Huahahaha. Yaa berbuat baik di hari terakhir UTS lah.

Akhirnya, setelah dengan muka tak berdosa menyalami Bapak Deding dan Ibu-ppl-ga-tau-siapa-namanya, saya keluar ruangan.

.

Huuaaahhh.. Segarnya udara luar.. hehe

.

.

Oke, jam masih menunjukkan pukul 09.00. Karena masih lama ampe jam 11, anak-anak cowo IPA 2 berangkat ke bazaar. Makan ceritanya. Ga juga deng, ngabisin waktu. Eh ga deng, nunggu waktu berjalan, waktu kan ga bisa abis.

Jam 11, berangkat ke Ballroom.

Kita ngomong aja kan ke si mbaknya. Diwakili oleh Umar Hanif.

.

UH : “Mbak, tadi kita udah booking jam 11 lapang 1 atas nama Hanif.”

mbak-mbak-ballroom (MMB) : “(membolak-nalik buku) wah ga ada tuh mas. Lapang nya penuh semua jam 11.”

UH : “Wah, kan tadi pagi saya nelpon ke sini katanya bisa, kosong. Gimana si.”

MMB : “Ya gatau atuh mas, da udah penuh. Itu udah ada yang mau mainnya. Paling yang kosong lapang 4 (nb:   lapang 4 tu lapang kecil. Biasa buat 3 on 3).”

.

Tuh kan. Nyebelin ga sih ? Ga konsisten lo ! Katanya bisa, terus sekarang ga bisa. Ah kuda. Ya udah, daripada ga maen, akhirnya kita mutusin maen di lapang 4 dengan harga Rp. 25.000 per jam.

Berhubung lapangan kecil, jadi kita (ber 12) bagi 3 tim 4 pemain dan main ganti-gantian. Yang kebobolan kalah.

Bermain di lapangan kecil ternyata mengharuskan kita bisa shoot lebih baik ! Keren buat latian shoot. Berhubung shooter di IPA 2 masih kurang. Aksi Yuga edan pisan lah. Da si eta shootna menggelegar jiga petir berkilat-kilat menggelegar.

Dan tidak terduga, main di lapang kecil malah cape pisan ! Da bolanya selalu ada di pandangan kita, maka kita bakal selalu terangsang buat lari ngejernya kan ? WUUHH. Maen satu jam aja tepaaarr.

.

Selesai maen, kita mutusin buat makan di Waroeng Steak (WS). Disana ngapain ? Ya makan lah. harus diceritain ? Ga usah juga lah ya. Nyam nyam nyam doang. Hahaha.

Selesai makan, saya ke sekolah. Yang lain ada yang les, ada yang pulang.

Niat saya ke sekolah ya nyari temen. Taunyaaaa..

.

syuuuu..

.

Sepi doooonnnggg..

Masih jam setengah 2 lagi. Males pulang, masih panas. Hehe.

Coba ke atas, ke ruang HI. Ada oraanngg. hehe. Ada Dayang, Fierly, Icon ama Endy. Dayang ama Endi pulang duluan. Jadi we aing jiga obat nyamuk. -___-”

Hahaha ga juga si, asik liat mereka pacaran. Hehehe :p. Jadi pengeennn (uppss).

Jam setengah 3, mereka cau ke SSC. Yaahh. Terpaksa deh. PULANG.

Alhasil, saya memecahkan rekor lagi ! Rekor pulang tercepat saya saat ini adalah jam 15.30 ! Wuu wuuuu *all cheers. Ya ya terima kasih, thank you. I would to thank to Allah the Almighty, to my beloved mother, my beloved father, my awesome family, my all-time-make-me-happy friends, and all of you ! THANK YOU ! (naooon siiih.)

.

.

Yeehaa. Cerita selesai. Dan saya senang bisa nulis lagi. hehe :)

.

Oh ya, tiada post tanpa pelajaran. Pelajaran yang saya dapet hari ini:

Di mana ada teman, di sana kamu bahagia. Ingat. TEMAN.

hehe ;)


17Sep09

Jangan perlihatkan sebuah mutiara kepada seseorang yang tidak akan memahami nilainya

-Yunus Emre


16Sep09

Sisi buruk melankolis pertama yang harus diperbaiki: vulnerable

Bantu saya ya teman ! =)


Harmony-seeking Idealists are characterised by a complex personality and an abundance of thoughts and feelings. They are warm-hearted persons by nature. They are sympathetic and understanding. Harmony-seeking Idealists expect a lot of themselves and of others. They have a strong understanding of human nature and are often very good judges of character. But they are mostly reserved and confide their thoughts and feelings to very few people they trust. They are deeply hurt by rejection or criticism. Harmony-seeking Idealists find conflict situations unpleasant and prefer harmonious relationships. However, if reaching a certain target is very important to them they can assert themselves with a doggedness bordering on obstinacy.

Harmony-seeking Idealists have a lively fantasy, often an almost clairvoyant intuition and are often very creative. Once they have tackled a project, they do everything in their power to achieve their goals. In everyday life, they often prove to be excellent problem solvers. They like to get to the root of things and have a natural curiosity and a thirst for knowledge. At the same time, they are practically oriented, well organised and in a position to tackle complex situations in a structured and carefully considered manner. When they concentrate on something, they do so one hundred percent – they often become so immersed in a task that they forget everything else around them. That is the secret of their often very large professional success.

As partners, harmony-seeking idealists are loyal and reliable; a permanent relationship is very important to them. They seldom fall in love head over heels nor do they like quick affairs. They sometimes find it very difficult to clearly show their affection although their feelings are deep and sincere. In as far as their circle of friends is concerned, their motto is: less is more! As far as new contacts are concerned, they are approachable to only a limited extent; they prefer to put their energy into just a few, close friendships. Their demands on friends and partners are very high. As they do not like conflicts, they hesitate for some time before raising unsatisfactory issues and, when they do, they make every effort not to hurt anyone as a result.

Adjectives which describe your type: introverted, theoretical, emotional, planning, idealistic, harmony-seeking, understanding, peace-loving, sensitive, quiet, sympathetic, conscientious, dogged, complicated, inconspicuous, warm-hearted, complex, imaginative, inspiring, helpful, demanding, communicative, reserved, vulnerable

Ini hasil tes saya di ipersonic.com. Ngerasanya si bener-bener aja. Terutama bagian introverted, conscientious, emotional, complex sama sympathetic. Hehe. Ada pendapat  ?


Akhirnya,

1 tahun sudah lewat.

Rangkaian Laporan Pertanggung Jawaban Akhir Tahun pada 5 September 2009, lalu diakhiri oleh Buka Bersama OSIS-PK di Wisma Taruna itu mengakhiri segalanya.

1 tahun sudah lewat.

Masih terngiang di ingatan saya..

Masa LKS.

1 bulan ditempa di kondisi sulit. 1 bulan dilatih menghadapi sulitnya hidup, pulang malam, akademis hancur.

Masih dilanjut OMT dengan materi bejibun. Hmm

Dilanjut lagi LKO, tahap akhir kaderisasi. Perebutan bendera di sesi terakhir meresmikan kita sebagai calon pengurus OSIS LVI.

Kakak kelas kita mengakui kita.

Namun kita masih belum punya ketua. Kita butuh orang yang dapat mengayomi kita, kita butuh orang yang dapat mengatasi semua masalah, kita butuh pengambil keputusan, kita butuh PEMIMPIN !

Screening pun digelar.

Tahap demi tahap memperkecil jumlah calon, menyaring, mencari yang terbaik.

4 tahap dan pemilu menghasilkan Aulia Abdillah sebagai Mitratama.

Saya dan Tita menjadi pendamping beliau.

Kami senang, kita senang, semua senang.

Tapi ini belum berakhir, justru baru dimulai !

.

.

.
Proker pertama datang.

Hari Guru 2009.

Tak ayal penuh masalah di sana-sini.

Walaupun dengan persiapan yang cukup singkat, proker pertama tuntas ! walaupun dinyatakan gagal oleh MPK, kami cukup puas.

Tanpa menunggu kami siap, waktu bergulir dengan cepat.

.

.

.
Proker kedua datang.

Edufair 2009.

Sempat ‘lose control’ dari petinggi, membuat seseorang muncul menonjol. Perannya luar biasa, membuat semua yakin, Edufair bisa terlaksana !

Sekali lagi, persiapan singkat.

Proker kedua pun terlaksana, walaupun dengan bolong di sana-sini.

.

.

.
Sekali lagi, waktu dengan kejam menerjang.

Proker ketiga.

LKS LVI.

Proker dengan sejuta peminat, membuat para petinggi nya harus bekerja ekstra keras memilih panitia.

Kali ini persiapan cukup panjang dan matang.

Di tengah acara, kontroversi mencuat. Semua berkata, semua berpendapat, semua bilang dia benar !

Tidak tanggung-tanggung, proker keempat membentrokkan dirinya

TurBud 2009

Bukan proker kecil ! Ini proker angkatan ! Kita memegang nyawa angkatan !

Bantuan angkatan dan semangat membara panitia akhirnya membuat kedua proker berjalan mulus.

.

.

.
Proker kelima

OMT 02

Proker turunan dari OSIS LV yang ingin diperbaiki oleh kami.

Tak tanggung-tanggung, proker keenam menabrakkan dirinya,

Dewa:Athena 2009

Proker inovasi dari seksie 8 dalam bidang olahraga yang mengadaptasi sistem olimpiade.

6 cabang olahraga diperlombakan, yaitu: futsal, basket, badminton, bridge, catur dan lari.

Terlihat banyak yang meminati proker ini dari seluruh sekolah.

Kurang terorganisirnya kepanitiaan membuat panitia sempat kocar-kacir di awal, tapi akhirnya, Dewa:Athena ditutup dengan indah di akhir.

OMT pun berjalan cukup lancar.

.

.

.
Dua minggu berselang, proker ketujuh menjelang.

LKO 04.

Proker dengan tujuan membina sekaligus menyeleksi calon-calon terbaik penerus kami selanjutnya.

Bukan hal yang mudah, bukan hal yang sepele, karena kita mencari yang terbaik !

Sayang, peran seksie 6 yang begitu bergelora saat LKS kurang terlihat disini.

Sempat ditundanya hari terakhir menambah beban masalah yang kami pikul.

Syukur, pengurus lain masih hidup dan peduli, orang-orang hebat ini membuat LKO tetap berjalan dan ditutup dengan mulus.

.

.

.
Tanpa sempat kami menarik nafas, proker kedelapan datang.

Wisudaan dan PromNine

Proker persembahan terakhir kami untuk angkatan 2009 yang akan lulus.

Tujuannya hanya satu: menyenangkan angkatan 2009.

Awalnya, ketidaksinambungan antara keinginan peserta dengan kemampuan panitia sempat membingungkan.

Tapi dasar orang-orang hebat, panitia tidak menyerah. Menjelang UAS pun kami tetap semangat !

Akhirnya, semuanya mencapai titik temu, proker dilaksanakan.

Angkatan 2009 senang, kami senang.

.

.

.
Alright, here comes the last one. (cape ya ngikutinnya ? hhe. apalagi ngelaksanainnya..)

PLiST 2009

Pengenalan Lingkungan Sekolah Tiga

Proker dengan panitia gabungan angkatan 2010 dengan 2011.

Proker dengan tujuan membina mental anak 2012 yang baru masuk.

Dan proker dengan sejuta kontroversi.

Dimulai dari staffing panitia yang cukup baik.

Pembuatan rangkaian acara yang berulang kali diubah oleh pihak sekolah. Campur tangan pihak sekolah sangat terasa disini.

Saat semua sudah setuju, saat hari H datang, saat hari pelaksanaan.

Dengan tanpa perasaan, sekolah memerintahkan kami untuk mencukupkan PLiST hanya untuk 2 hari saja.

Ga boleh ampe sore ? oke pak ! Ga boleh terlalu pagi juga ? oke pak ! Ga boleh konsekuensi ? Siap pak ! Sekarang hanya boleh dua hari ?! Oh God..

Tapi ya sudahlah, toh memang wewenang sekolah memerintah kami. Toh kami masih punya beberapa jam lagi yang bisa dimaksimalkan.

Semua panitia sabar, dasar orang-orang hebat.

Sekali lagi, proker ditutup dengan cukup indah..

.

.

.

.

.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

.

.

.

.

.
Wusss..

Pandangan saya kembali ke saat ini.

Saya lihat diri saya.

Saya sudah semakin dewasa.

Siapa saya sekarang ?

Saya bukan orang yang malu lagi bila berbicara di depan orang banyak.

Saya bukan orang yang malu lagi ketika berbincang dengan orang yang baru sy kenal.

Saya bukan seorang yang terlalu pendiam lagi.

.

.
Banyak yang sudah terjadi..

.

.

.
Tawa kita ketika semua berjalan lancar..

.

.

.
Tangis kita ketika semua terlihat mengecewakan..

.

.

.
Haru kita ketika menyadari kerjaa keras kita membuahkan hasil..

.

.

.
Senyum kita ketika mengakhiri proker dengan indah..

.

.

.
Amarah kita saat banyak pihak melecehkan jerih payah kita..

.

.

.
Semua..

Mengubah saya.

.

.

.
I will never forget this.

.

.

.
Kalian lah 46 orang kebanggaan saya.

Kalian 46 orang yang merubah saya..

46 orang yang bisa membuat saya seperti ini.

46 orang pertama yang bisa membuat saya menulis seperti ini, sambil ditemani air mata di pelupuk mata saya..

.

.
Maafkan jika saya tidak memuaskan.

Maaf jika perbuatan saya mengecewakan.

Hanya sampai sini perjuangan saya..

Tulisan ini tidak akan pernah dapat menggambarkan betapa berterima kasihnya saya atas kehadiran kalian dalam hidup saya.

Tidak akan..

.

.

.
Terima kasih.

Saya..

.

.

.

.
Bahagia.

.

.

.

.
=)

OSIS LVI :)


20Aug09

Ya Allah, hamba bukanlah ahli surga.

Tapi hamba tak sanggup menghadapi api neraka-Mu..


selamat menjalani ibadah puasa ramadhan.

sucikan hati, ikhlaskan diri, anggap ini ramadhan terakhirmu..

maafin saya yaa :)


11Aug09

saya tidak butuh pelarian


09Aug09

Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan,
melainkan apa yang kita BUTUHKAN


di tengah lautan hitam kegelapan malam yang diterangi remang-remang cahaya bulan dan lampu jalan, saya menaiki motor yang melaju setengah kencang, dibonceng teman saya.

di tengah sepoi-sepoi angin yang menyeruak tubuh saya, saya menikmati perjalanan..

saya melihat kanan dan kiri.

menyusuri jalan belitung, saya melihat kanan dan kiri.
jalanan bukannya makin kosong, malah makin penuh. pedagang-pedagang menjamu tamu yang kelaparan, pasangan-pasangan berjalan beriringan, kendaraan-kendaraan pun meneriakkan klakson mereka berebut jalan.

masuk ke jalan trunojoyo, saya melihat kanan dan kiri.
banyak tempat belanja di sini, dari pakaian, hingga makanan. melewati rumah teman saya yang konon penuh karena sedang ada pengajian di rumahnya, dan memang banyak kotak-kotak besi beroda diparkir di rumahnya.

melewati jalan trunojoyo, masuk ke jalan layang pasupati, saya kembali melihat kanan dan kiri.
pemandangan langit di atas dan lampu-lampu gedung di bawah begitu indah. di jalan yang selebar ini tentu kendaraan-kendaraan melaju lebih kencang dari biasanya. Akibatnya, angin lebih keras menyeruak tubuh saya. di kiri jalan, banyak motor berhenti dengan rambu s dicoret tepat di depan mereka untuk sekedar menikmati pemandangan di bawah. entah mereka buta huruf, buta rambu atau memang benar-benar bodoh yang pasti saya tidak peduli. ini malam minggu, maka tidak aneh jika kendaraan begitu banyak.

semakin lama, saya semakin terhanyut dalam melankoli malam, saya tenangkan pikiran saya. walau suara kendaraan begitu keras, saya tenang. begitu tenang..

belum pernah saya setenang ini..

saya pejamkan mata saya dan berpikir..

saya sudah 16 tahun lebih. 16 tahun sudah saya tinggal di Indonesia, negara yang Allah ciptakan begitu indah.
lalu apa yang sudah saya lakukan ?
belum sedikitpun torehan kerja keras saya tinggalkan di negeri saya..
bahkan masih sering saya mengeluh.

ya Allah.. berikan saya waktu lebih banyak..
izinkan saya memberikan sesuatu untuk negeri ini,
untuk Indonesia.

sengaja saya tulis dalam format puisi biar kerasa melankolinya. hehe. atau ga kayak puisi juga ?




Archives

Menolong orang lain adalah cara terbaik menolong diri sendiri